Payakumbuh — Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun arah pembangunan yang terencana dan berkelanjutan, Kelurahan Padang Tangah Payobadar melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan yang digelar di Kantor Lurah Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Kamis (08/01/2026).

Kegiatan Musrenbang tersebut diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, antara lain Camat Payakumbuh Timur Hepi, S.IP., M.M., didampingi Kasi Ekbang Fitri Yetti, S.Tr.Keb., Anggota DPRD Kota Payakumbuh Ryan Made Hanesty, S.E., perwakilan OPD terkait, Lurah Padang Tangah Payobadar Syamsir, S.Sos., unsur LPM, PKK, RT/RW, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya. Kehadiran lintas unsur ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Lurah Padang Tangah Payobadar Syamsir, S.Sos., menyampaikan bahwa Musrenbang kelurahan merupakan momentum strategis untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan kebutuhan riil masyarakat yang perlu mendapat perhatian pada perencanaan pembangunan mendatang. Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Padang Tangah Payobadar memiliki karakteristik wilayah dengan luas kawasan dan jumlah penduduk yang relatif besar, sehingga berdampak pada tingginya kebutuhan pelayanan dan sarana pendukung.

Menurutnya, persoalan ketersediaan sumber daya serta sarana dan prasarana kebersihan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat dukungan lebih lanjut. Oleh sebab itu, pihak kelurahan berharap adanya perhatian dan bantuan dari anggota DPRD serta perangkat daerah terkait, khususnya dalam hal penambahan anggaran yang proporsional dengan kondisi wilayah.

Selain itu, Lurah juga menyinggung upaya penanganan stunting yang masih menjadi fokus perhatian. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Kelurahan Padang Tangah Payobadar tergolong cukup tinggi, namun terus diupayakan penurunannya melalui berbagai program, termasuk penganggaran peningkatan gizi bagi anak stunting, dengan melibatkan Balai Penyuluhan KB Kecamatan serta Puskesmas Air Tabit sebagai mitra pelaksana.

Pada kesempatan tersebut, Lurah juga memaparkan kondisi sarana dan prasarana Kantor Lurah yang saat ini dinilai belum memadai. Ia menjelaskan bahwa kantor lurah sering mengalami genangan air bahkan banjir saat hujan, yang disebabkan oleh belum tersedianya saluran drainase yang memadai. Kondisi tersebut berkaitan dengan status Jalan Panglima Polim sebagai jalan provinsi, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Lebih lanjut, kondisi fisik bangunan kantor lurah yang telah mengalami kerusakan pada atap dan loteng juga memerlukan perhatian serius agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Untuk itu, Lurah berharap persoalan-persoalan tersebut dapat menjadi bagian dari usulan prioritas dalam Musrenbang.

Menanggapi hal tersebut, dalam sambutannya Anggota DPRD Kota Payakumbuh Ryan Made Hanesty, S.E., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbang yang dinilai berjalan dengan baik dan partisipatif. Ia menekankan pentingnya penyusunan usulan pembangunan yang terarah, terukur, dan tidak tumpang tindih, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk bersama-sama melakukan penyaringan usulan, dengan memprioritaskan program yang paling mendesak dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kelurahan Padang Tangah Payobadar.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Timur Hepi, S.IP., M.M., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Musrenbang, menjelaskan bahwa Musrenbang Kelurahan merupakan bagian dari mekanisme perencanaan pembangunan yang bersumber dari anggaran kelurahan, yang sebelumnya dikelola di tingkat kecamatan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan peran dan tanggung jawab kelurahan dalam menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Camat juga menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan dalam Musrenbang ini akan menjadi bahan penting dalam perencanaan pembangunan tahun 2027. Usulan yang belum dapat direalisasikan pada tahun sebelumnya, menurutnya, masih dapat diajukan kembali dengan memperhatikan aspek kesinambungan dan keselarasan program.

Selain itu, Camat Payakumbuh Timur mengingatkan bahwa kondisi anggaran Pemerintah Kota Payakumbuh yang mengalami penurunan menuntut adanya kecermatan dalam menetapkan prioritas pembangunan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan swadaya, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Camat menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan Payakumbuh Timur bersama DPRD Kota Payakumbuh telah menjalankan berbagai bentuk kolaborasi, salah satunya melalui program Orang Tua Asuh dalam rangka penanggulangan stunting. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (MC_pyktimur)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *