
Merajut Sinergi, Menguatkan Harapan
Suasana Aula Kantor Camat Payakumbuh Timur pada Jum’at (22/8/2025) terasa berbeda dari biasanya. Ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat pemerintahan itu kali ini dipenuhi oleh tokoh-tokoh penting yang hadir dengan satu misi: membicarakan masa depan anak-anakPayakumbuh Timur melalui pencegahan stunting.
Acara Mini Lokakarya Stunting Tingkat Kecamatan Payakumbuh Timur ini menghadirkan berbagai unsur lintas sektor. Dari legislatif hadir Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hj. Hurisna Jamhur, S.Pd., dan Anggota DPRD Jen Zuldi Rozalim, S.H. Dari unsur pemerintahan hadir Camat Payakumbuh Timur Hepi, S.IP., Koordinator BPKB Payakumbuh Timur Sri Novita Amelia, SKM., kepala puskesmas, kepala KUA, tenaga gizi, lurah se-kecamatan, kader TPK, serta penyuluh KB.
Angka yang Perlu Jadi Perhatian
Dalam laporannya, Camat Payakumbuh Timur, Hepi, S.IP., memaparkan kondisi terkini terkait stunting di wilayahnya. Berdasarkan data yang ada, saat ini tercatat 58 anak stunting dan 801 keluarga berisiko stunting.

“Angka ini sudah kita tangani secara berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Salah satu program yang dijalankan adalah Genting (Gerakan Cegah Stunting), dan khusus di Kecamatan Payakumbuh Timur juga melalui Program Insting (Intervensi Penanganan Stunting Kecamatan Payakumbuh Timur). Dari 801 keluarga berisiko, dikerucutkan menjadi 34 keluarga prioritas, minimal tiga keluarga di setiap kelurahan yang bisa dibantu melalui program bapak asuh,” jelas Hepi.
Hepi berharap, upaya ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata. “Kami berharap para pemangku kepentingan dapat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak ini. Bersama-sama kita bisa mencegah agar stunting tidak berlanjut,” tegasnya.
DPRD Dorong Gerakan Kolektif
Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hj. Hurisna Jamhur, S.Pd., menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

“Penanganan stunting adalah gerakan kolektif yang harus dilakukan bersama. DPRD telah berkomitmen untuk turut membantu, bahkan kami siap menjadi orang tua asuh di setiap kelurahan yang ada di Kecamatan Payakumbuh Timur. Sebelumnya, bersama rekan-rekan Anggota DPRD khususnya di Dapil 3, sebanyak tujuh orang, kami telah bermusyawarah untuk menyusun langkah-langkah penanganan ini secara bersama. Harapannya, lurah beserta seluruh unsur terkait dapat lebih fokus dan konsisten dalam menghadapi persoalan stunting,” ujarnya.
Senada, Anggota DPRD Jen Zuldi Rozalim, S.H., menekankan pentingnya validasi data. “Bantuan yang diberikan harus tepat sasaran. Karena itu, koordinasi dan komunikasi antar pihak mutlak diperlukan. Mari jadikan gotong royong sebagai kekuatan utama,” katanya.

Lebih dari Sekadar Gizi
Dalam sesi paparan, Koordinator BPKB Payakumbuh Timur, Sri Novita Amelia, SKM., menjelaskan bahwa program Genting tidak hanya menyentuh aspek gizi. “Kita juga fokus pada edukasi pola asuh, pendampingan, serta pemberdayaan keluarga. Dengan cara ini, intervensi menjadi lebih menyeluruh, bukan hanya sebatas makanan tambahan,” jelasnya.

Sinergi Menuju Generasi Sehat
Mini Lokakarya Stunting ini menegaskan kembali bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Sinergi pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, lurah, kader, hingga masyarakat luas menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh di masa depan.
Karena sejatinya, mencegah stunting berarti menjaga asa dan masa depan anak-anak Payakumbuh Timur. (MC_pyktimur)
0 Komentar