
Payakumbuh — Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kota Payakumbuh dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan dampak serius di sejumlah titik rawan bencana. Salah satu kejadian yang menyita perhatian publik adalah peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Bukit Patah Sembilan, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur.
Merespon kejadian tersebut, Camat Payakumbuh Timur, Hepi, S.IP, bersama jajaran, langsung bergerak cepat dengan turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung. Didampingi oleh Lurah Padang Alai Bodi, Harda Allim, kunjungan tersebut dilakukan pada Rabu, 16 Juli 2025, dengan tujuan memastikan kondisi di lokasi serta memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak.
Dalam peninjauan tersebut, Camat Hepi menyampaikan bahwa kehadiran pihak kecamatan tidak hanya sebagai bentuk monitoring, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam memperkuat koordinasi lintas sektor terkait penanganan bencana. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan warga sekitar serta sejumlah petugas dan relawan yang berada di lokasi untuk menggali informasi kronologis kejadian, skala dampak, dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Kebakaran yang terjadi diketahui telah menghanguskan sebagian lahan perbukitan serta area peternakan ayam milik warga, menyebabkan kerugian ekonomi dan trauma bagi sebagian masyarakat. Situasi ini memperkuat urgensi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
“Musim kemarau yang cukup ekstrem saat ini membuat kondisi alam sangat rentan terhadap kebakaran, khususnya di wilayah perbukitan dan lahan yang kering. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, seperti membakar sampah secara terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan,” ujar Camat Hepi dalam keterangannya di lokasi.

Camat Hepi juga menegaskan bahwa pihak Kecamatan Payakumbuh Timur akan terus menjalin komunikasi aktif dan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur perangkat kelurahan dan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan kebakaran dapat berlangsung secara cepat, tepat sasaran, dan terintegrasi.
“Kami tentu tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara seluruh elemen—pemerintah, masyarakat, serta relawan—untuk bersama-sama mengantisipasi dan menghadapi bencana seperti ini. Pencegahan dini akan terus kami dorong, terutama di titik-titik yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran,” tambahnya.
Selain tindakan penanggulangan, upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga akan diperkuat melalui peran aktif perangkat kelurahan, RT/RW, serta kelompok-kelompok masyarakat. Edukasi ini mencakup cara-cara mencegah kebakaran, prosedur pelaporan bila terjadi titik api, hingga pentingnya gotong royong dalam menjaga keselamatan lingkungan.
Kepedulian dan gerak cepat pemerintah dalam menangani bencana ini diapresiasi oleh warga sekitar yang merasa diperhatikan dan dibantu, baik secara moril maupun teknis. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas formalitas, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat saat situasi darurat terjadi.
Beruntung, berkat koordinasi dan sinergi yang solid antar elemen masyarakat dan pemerintah, titik api yang sempat menyala berhasil dipadamkan seluruhnya pada Kamis sore, 17 Juli 2025. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan dan warga bahu-membahu dalam upaya pemadaman dan pendinginan area terdampak, sehingga api tidak meluas ke pemukiman atau lahan produktif lainnya.

Di akhir monitoringnya, Camat Hepi kembali mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan saling mengingatkan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan komitmen Kecamatan Payakumbuh Timur untuk terus hadir bersama masyarakat dalam situasi apapun, terlebih saat terjadi bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri. Pemerintah akan terus hadir, bekerja, dan bersama-sama mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebencanaan. Semoga musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tutupnya.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, diharapkan kondisi di kawasan Bukit Patah Sembilan dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (MC_pyktimur)
0 Komentar