Payakumbuh – Pagi yang cerah menyelimuti kawasan Bukik Godang, Kelurahan Balai Jaring, Kecamatan Payakumbuh Timur, pada Selasa (30/9/2025). Di tanah perbukitan yang hijau dan sejuk itu, puluhan orang dari berbagai unsur berkumpul dengan semangat yang sama: menanam pohon buah sebagai simbol menanam harapan untuk masa depan.

Tampak hadir Camat Payakumbuh Timur, Hepi, S.IP., M.M., Lurah Balai Jaring, Musliadi, S.ST., M.M., unsur LPM, tokoh adat, Bhabinkamtibmas, kader PKK, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, tetapi benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan mewujudkan wilayah yang lebih hijau, sehat, serta produktif.

Dalam kegiatan tersebut, banyak bibit buah-buahan ditanam, bibit ini bersumber dari Persemaian Permanen (PP) Kota Bukittinggi BPDAS Agam Kuantan, dengan jenis beragam, yakni durian, jambu air, petai, alpukat, dan matoa. Tidak hanya untuk Kelurahan Balai Jaring, bibit tersebut juga telah dibagikan ke 6 kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Timur: Tiakar, Padang Tangah Payobadar, Sicincin, Koto Baru, Koto Panjang, dan Balai Jaring, dengan masing-masing kelurahan memperoleh 130 bibit.

“Penyaluran bibit ini tidak berhenti hanya di penanaman hari ini. Kami juga mendistribusikan langsung kepada masyarakat, dengan tujuan agar lahan tidur bisa menjadi lahan produktif, bantaran sungai semakin hijau, serta perbukitan yang rawan longsor bisa lebih terlindungi,” ujar Camat Hepi di sela kegiatan, sembari ikut menanam satu batang bibit bersama warga.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang penghijauan, tetapi juga tentang nilai ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat di masa depan. “Pohon buah ini, selain menyejukkan lingkungan, juga akan berbuah. Ada durian, jambu air, petai, alpukat, sampai matoa—buah-buah yang punya nilai jual tinggi. Hasilnya tentu bisa dimanfaatkan masyarakat, sehingga ada tambahan penghasilan. Dengan demikian, kita menanam bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi mendatang,” ungkapnya penuh harapan.

Suasana penanaman berlangsung hangat. Anak-anak yang ikut mendampingi orang tuanya tampak riang membantu mengisi lubang tanam dengan tanah, sementara ibu-ibu PKK menyiapkan air untuk menyiram bibit yang baru ditanam. Beberapa tokoh adat dan ninik mamak turut memberi doa agar bibit yang ditanam tumbuh subur, berbuah lebat, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Lebih dari sekadar menanam, kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan warga. Masyarakat bergotong royong, saling membantu, dan berbagi cerita tentang masa depan yang mereka bayangkan. Bayangan tentang deretan pohon durian yang rindang, jambu air yang ranum, petai dan alpukat yang produktif, hingga buah matoa yang eksotis, seakan menjadi energi tambahan untuk terus menanam dan merawat.

“Dengan penanaman ini, kita tidak hanya menumbuhkan pohon, tetapi juga menumbuhkan harapan. Harapan agar Payakumbuh Timur semakin hijau, lestari, dan masyarakatnya sejahtera,” pungkas Camat Hepi.

Gerakan sederhana di Bukik Godang ini meninggalkan pesan mendalam: setiap pohon yang ditanam adalah investasi jangka panjang untuk kehidupan. Jika dirawat dengan baik, maka hasilnya akan kembali kepada masyarakat, baik dalam bentuk udara bersih, tanah yang kokoh, maupun buah yang bisa dinikmati. (MC_pyktimur)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *