
Setiap orang memiliki ujian hidup masing-masing, dan bagi Ibu Susilawati (42 tahun), warga Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur, perjalanan hidupnya adalah kisah nyata tentang perjuangan melawan sakit sekaligus bukti betapa besar rasa kepedulian yang tumbuh di tengah masyarakat.
Ibu Susilawati adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Salman, dan ibu dari seorang putri semata wayang yang baru saja diterima sebagai mahasiswi di Universitas Negeri Padang (UNP). Kehidupan keluarga ini berjalan sederhana namun penuh semangat. Namun, takdir berkata lain. Sekitar dua tahun yang lalu, beliau divonis menderita pembengkakan di bawah ketiak hingga harus menjalani operasi besar. Dengan izin Allah SWT, kondisi beliau sempat membaik dan berangsur pulih sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Namun, di awal tahun 2025, penyakit itu datang kembali. Kali ini jauh lebih berat, setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter spesialis, beliau dinyatakan mengidap kanker payudara. Sejak saat itu, perjuangan panjang Ibu Susilawati dimulai kembali. Dengan semangat dan tekad yang kuat, beliau berobat secara rutin ke RS. Ahmad Mukhtar Bukittinggi. Meski kondisi kesehatan semakin menurun, semangat beliau untuk sembuh dan bisa tetap mendampingi keluarga tidak pernah padam.
Selama masa pengobatan, biaya perjalanan dan kontrol medis Ibu Susilawati banyak terbantu oleh donasi masyarakat. Dari kampung hingga perantauan, warga Koto Panjang bersatu padu melalui wadah Regemko Peduli di bawah koordinasi Ibu Nella Maresta, S.Pd, serta dukungan dari Gerakan Payakumbuh Timur Peduli (Gema Berkah). Kepedulian ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih begitu kuat tertanam di tengah masyarakat.
Selain itu, kesehatan beliau juga terus dipantau oleh Puskesmas Tiakar, sementara Pemerintah Kelurahan Koto Panjang melalui Lurah Refliza, S.Sos, bersama jajaran perangkat kelurahan, senantiasa hadir memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan moril bagi Ibu Susilawati serta keluarganya.
Namun, ujian semakin terasa berat ketika pada bulan Agustus 2025, putri semata wayangnya harus berangkat ke Padang untuk menempuh pendidikan. Sejak saat itu, Ibu Susilawati sering kali tinggal seorang diri di rumah, sementara sang suami harus bekerja keras setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi rumah beliau yang berada dekat aliran Sungai Batang Agam juga semakin menambah kekhawatiran, mengingat kesehatan beliau yang kian melemah dan ketidakmungkinan untuk beraktivitas sendirian.
Melihat keadaan ini, Lurah Koto Panjang, Refliza, S.Sos, berinisiatif untuk mencari solusi. Dengan panggilan hati nurani, beliau memberanikan diri menghubungi Ibu Hj. Hurisna Jamhur, S.Pd, salah satu putri asli Koto Panjang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh. “Di tengah kesibukannya, beliau masih meluangkan waktu untuk membicarakan persoalan bantuan untuk mendengarkan langsung aspirasi dari pihak kelurahan.

Permohonan yang disampaikan adalah bagaimana agar Ibu Susilawati bisa mendapatkan rumah bantuan yang berlokasi di tanah miliknya sendiri, tepat di depan rumah orang tuanya, sehingga beliau bisa lebih dekat dengan keluarga dan kerabat yang dapat mendampingi setiap hari.
Alhamdulillah, dengan gerak cepat dan kepedulian tinggi, Ibu Hurisna segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perkim, serta Camat Payakumbuh Timur, Hepi, S.IP., M.M. Dukungan yang luar biasa ini akhirnya membuahkan hasil, hingga pada 25 September 2025, pembangunan rumah bantuan untuk Ibu Susilawati telah mencapai progres 90%.

Perjalanan pembangunan rumah tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong. Perangkat kelurahan (LPM, RW, RT, PKK) bersama masyarakat setempat bahu-membahu, tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga tenaga, bahkan kebutuhan makan para tukang. Yang sangat mengharukan, Babinsa Kelurahan Koto Panjang, Sertu Sugito dari Koramil 01 DIM 0306/50 Kota, dengan penuh ketulusan hati rela membantu siang dan malam hingga pembangunan rumah bisa segera rampung. Sikap tanpa pamrih ini menjadi bukti betapa kuatnya rasa persaudaraan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Atas nama Pemerintah Kelurahan Koto Panjang, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Terutama kepada Ibu Hj. Hurisna Jamhur, S.Pd yang dengan gigih memperjuangkan hak warganya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak, serta kepada perangkat kelurahan, masyarakat, donatur, hingga jajaran pemerintah yang turut andil dalam mewujudkan harapan ini.
Semoga segala kebaikan, keikhlasan, dan ketulusan hati yang diberikan kepada Ibu Susilawati menjadi Amal Jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga Yaumil Akhir kelak. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang warga melawan sakit, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian, persatuan, dan kebersamaan bisa menjadi cahaya penguat bagi siapa pun yang sedang diuji. (MC_pyktimur)
0 Komentar